Sunday, November 08, 2009

Si Iyra dan skripsinya

Meine neue Freundin, Iyra, akan sidang skripsi besok.
Semangattttt!!!!
Kamu bisaaaaa!!!!
Nih orangnya,
*ehm.. pake baju gini gak keliatan gemuk kan sayanya
*ehm lagi.. pipinya juga gak keliatan tembem-tembem amat
*ehm yang terakhir.. sekalian pamer tas 5-hari-5-malam itu deh

Baiklah, saya kembali dulu menjadi pegawai berbakti bagi negeri ya. Minggu pagi gini ngerjain laporan *sigh*.

Thursday, October 29, 2009

Dear Lop...

Lopis.. hehehe

Jogja asik lho buat jalan-jalan, buat jajan-jajan. Beli baju, beli sajadah, beli tas, beli buku, beli kaos.

Aceh juga asik buat jalan-jalan. Pantainya bagus-bagus. Abis itu ke Sabang deh.. keliling-keliling...

Itu Bali, udah tau lah. Kan uda pernah kesana.

Lombok, juga asik buat belanja mutiara, hehehe

Bahkan Sikuai juga boleh didatangi kalo niatnya memang ingin menyepi. Asal bawa bekal makanan dari kota aja ya.

Aku ingin mendatangi tempat-tempat itu lagi... bersamamu...

*ini surat cinta apa pamer tempat yang sudah dikunjungi ya?*

Sunday, October 25, 2009

(ceritanya) Berpesta

Gara-gara ibu ini, saya yang gak berminat datang ke pesta ini akhirnya muncu juga di SMESCO. Mengajak neng ini (yang membatalkan 4 menit sebelum jam ketemuan, ck ck ck) dan neng ini yang datangnya terlambat. Untunglah telepon dari si pacar pada jam keberangkatan menyelamatkanku. Sang ojek cinta pun meluncur, hehehe.


Registrasi my nokia yang dikasih tau Rini pada hari jumat berhasil menyelamatkan 50ribu ku. Gratis deh tiketnya. Abis daftar langsung rusuh sendiri masuk-masukin tas. Niat pamer tas-aceh-5-hari-yang-mikir-beli-apa-enggaknya-5-hari itu pun pupus, karena tas pesta blogger nya lebih besar. Sepanjang hari, tas aceh nya nangkring di dalam tas pesta blogger.

*eh tapi dasar wanita, tetep loh ya sempet-sempetin nunjukin ke Ira dan Rini hehehe*

Pembukaan pesta oleh Menkominfo biasa aja. Saya yang jarang datang di acara 'beginian' masih merasa suara MCnya terlalu membahana. Bikin sakit kuping. Dan suara nonadita yang lembut itu pun tenggelam dalam suara 2 MC lainnya. Diskusi panelnya agak membosankan *sorry ya panitia*. Pandji nya OK. Sempet 'kena deh' ama Pandji tuh orang-orang seauditorium, saat mengira Tompi beneran ada. Hehehe.

Waktu break makan siang, saya sempet nguping omongan orang yang sudah pernah datang di pesta blogger tahun-tahun sebelumnya. Katanya sih ramean tahun lalu, yang di BPPT. Saya gak tau juga, lha wong baru datang kali ini.

Untuk break out session, saya memang milih bridging the gap, meski pengennya ikut di beberapa sesi lainnya. Konon kabarnya, bisa pindah-pindah. Tapi session yang saya pilih itu mulainya paling akhir kayaknya. Due to some technical problem. Speaker memperdengarkan suara session lain, video chat ama Arsalan dari Amrik pun akhirnya cuma bisa 1 arah. Saya sudah berniat beranjak pindah ke sesi sebelah sebenarnya, tapi kasian ama calon narasumber. Saya pernah ngerasain pilu saat ngeliat peserta workshop ngeloyor pergi. Porsi pembahasan sesi ini adalah isu bahasa. To blog in english atau pakai bahasa indonesia saja. Saya menyimpan komen saya karena sudah berhasil disuarakan oleh peserta lainnya.

Dan sayapun pulang dengan kerinduan untuk ngeblog. Pengen ngeblog. Pengen ngeblog yang bermanfaat.

*foto menyusul, males mulu mau resize foto

Thursday, October 22, 2009

He's just not that into you (film)

Setelah berhasil menahan diri dari godaan nonton DVD bajakan. Setelah menahan diri gak nonton di blitz. Setelah pulang dari Aceh. Akhirnya berhasil nonton film ini. Ketika tinggal PS aja yang muter.

Sudah pernah baca bukunya? Saya sih belum. Tapi saya sempet lihat Oprah ketika buku ini sedang dibahas. Sesungguhnya saya gak ngerti gimana buku bukan novel bisa difilmkan. But mari kita lihat.

Filmnya berisi beberapa kisah cinta dengan permasalahannya. Ada Gigi yang tak kunjung mendapatkan kencan kedua. Ada Connor yang terus mendamba Anna, padahal si Anna terus-terusan nyuekin teleponnya. Ada Anna yang jatuh cinta pada pria beristri. Ada Beth yang tak kunjung dinikahi pacar nya (padahal sudah 7 tahun berpacaran).

Selingan: Scarlett Johanson cakep amat ya. Dan siapa pemeran pria yang ditaksir Scarlett Johanson? Awalnya keliatan tinggi ganteng, tapi kok makin dipandang makin biasa aja.

Bagian yang paling saya senang adalah ketika Beth akhirnya 'menggugat' keadaan hubungannya dengan si pacar. Si pacar yang anti pernikahan ini menyatakan bahwa, "I love you, I comitted to you. I have been doing that for this 7 years. Jadi buat apa pernikahan? Gak ada bedanya lagi kan?". *Hehe Ben Affleck gak ngomong bahasa Indonesia, saya doang yang gak inget kalimat persisnya dan terlalu malas ngebrowse*. Beth keukeuh bahwa pernikahan adalah hal yang diiinginkannya, and they finally broke up. Ihiks. Dan gak lama kemudian, ayah Beth jatuh sakit sehingga Beth harus menunggui bapaknya di rumah. Adik-adik Beth yang sudah menikah beserta para suaminya juga ada di rumah, namun mereka cuma bisa nyusahin aja. Gak heran kalo ketika si Ben Affleck (lupa nama perannya) muncul sedang nyuci piring, habis ngelaundry, sudah belanja bahan makanan, Beth bilang, "you are not my husband, yet you are more like a husband than my sister's husbands".

Nah loh, apakah penonton jadi gak mempertanyakan sendiri, apa sih artinya pernikahan?

Nitip pertanyaan deh, buat pembaca blog saya yang sudah menikah (terutama si Ira dan Netta, owh dan Nilas deh kalo kebetulan baca). Buat kamu, apa arti pernikahan? Dilarang nanya balik ke saya :p

(katanya) Money is not everthing. But still....

Kisruh gaji ini sudah berlangsung hampir 3 bulan. Karena ''dituduh' membayar pajak lebih kecil daripada seharusnya, maka saya dan beberapa rekan sekantor harus dipotong gajinya untuk membayar kekurangan pajak ini. Tax underpaid istilahnya. Padahal yang ngitung pajak, ya kantor. Yang motong pajak, ya kantor. Yang nyetor ke kantor pajak, ya kantor. Tapi yang dibuat jadi menderita adalah kami kami karyawan tak berdosa ini. Ck ck ck.

Tax underpaid saya tiap bulannya adalah Rp 271.000. Maksudnyah, tiap bulan gaji saya dipotong segitu. Plus dipotong pajak 'seharusnya' dan ASTEK juga. Saya termasuk golongan yang tenang damai aman sentosa aja dengan keadaan ini. Bukan belagu, uang segitu juga berarti loh. Kalo dikasih ke mbak Lala yang nyuci, dia akan bahagia menerima uang itu sebagai ongkos mencuci 10 sprei saya. Apalagi kalo dikasih begitu saja. Kalo dikasih sama orang yang lagi lapar gak bisa makan, apa gak girang loncat-loncat tuh orang. Tapi buat saya, I still survive even dengan potongan itu. "Rezeki gak kemana mbak", begitu jawab saya kalem kalo ditanya teman. Iya, kalo bukan dari kantor merah kuning hitam ini, kali aja sumber rezeki saya lainnya akan masih terbuka. Ini optimisme namanya. Dan menolak terpuruk karena uang *cih belagunya saya*.

Awalnya saya sempat bingung dengan seorang teman yang ribut mempermasalahkan tax underpaid ini. Nilai potongan dia more or less sama ama saya. Saya pikir, kalo saya aja yang gajinya kecilan bisa survive, kenapa dia enggak? Eh saya lupa, bahwa dia juga harus beli susu anaknya, harus beli makanan untuk orang tuanya, harus membiayai kuliah adiknya. Ah.... saya terlalu menggampangkan keadaan kali ya. Uang segitu nilainya pasti signifikan untuk dia dan orang-orang yang menggantungkan nasib padanya.

Ah, saya gak ngerti itungan pajak. Dijelasin sampe berbusa juga belum tentu saya ngerti.
Nah, orang yang 'ngakunya' ngerti itungan pajak, sepertinya tidak mampu bicara dalam bahasa manusia. Walhasil orang-orang yang datang padanya kembali dengan frustasi. Boro-boro puas dengan penjelasannya, justru jadi istighfar mohon ampunan karena membenci orang ini.

Wahai bapak ibu yang berurusan dengan gaji kami, ingatlah bahwa uang yang anda salurkan itu adalah jerih payah kami. Keringat kami. Kerutan di kepala kami. Kelelahan kami. Mulailah melihat kami sebagai manusia yang membutuhkan penjelasan, dan bukannya musuh yang sudah memegang senjata siap menyerang.

Mental note buat diri sendiri: pada nego gaji berikutnya, saya bakal minta nilai nett!